Article

*** QUALITY ARTICLE // Please Leave Your Comments ***

QUALITY ARTICLE

Improvement | Quality | HSE | Training Materials


Perbedaan SPC{1} & SPC{2}

Publikasi: 2009-04-24 | Penulis: QMS Sentral-Sistem | Dibaca: 1538 Kali
--------------------------------------------------------------------------------
Penambahan di SPC-2 secara umum sifatnya penjelasan. Hal ini dapat diidentifikasi mulai dari penyajian (outline) sampai dengan ilustrasi yang diberikan. Banyak ilustrasi berupa gambar, grafik, table dll. Untuk beberapa hal yang baru seperti analisa kemampuan distribusi non normal, informasi subgroup, penjelasan yang diberikan juga diberikan dengan bentuk grafik atau table, sehingga SPC-2 lebih mudah dipahami ketika di baca.

Untuk beberapa perbedaan saya jabarkan dalam bentuk penjelasan di bawah ini :
1. Perubahan Metoda Penyajian
Di SPC-1, penjelasan mulai dari control chart Xbar- R sampai dengan X-MR penjelasan tiap control chart dilakukan satu persatu, masing-masing control chart berisi penjelasan:
• Tahapan pengumpulan data
• Penghitungan control limit
• Evaluasi control proses
• Evaluasi Capability Proses

Di SPC-2 penjelasan dilakukan secara sekaligus, contoh
• Tahapan persiapan dijelaskan pada chapter II halaman 53 s.d 64
• Evaluasi control chart dijelaskan pada chapter II section B halaman 69 s.d 77
• pada halaman 79 s.d 97 dijelaskan mengenai cara penghitungan pembuatan control chart attribute dan variable

perubahan metoda penyajian di SPC-2 lebih mudah mengidentifikasi perubahan / mudah dibandingkan (user friendly)

2. Di SPC-2 dijelaskan mengenai Analisa Kemampuan Distribusi Non Normal (hal 139 – 142).
Kondisi normal pada umumnya yang dipakai (data terdistribusi normal) tetapi dimungkinkan data yang ada adalah tidak normal. Di SPC-2 memberikan metoda untuk menangani kondisi tersebut, seperti:
• Penggunaan Transformasi dengan Box-Cox dan Johnson
• Penggunaan non normal Forms

3. Di SPC-2 dijelaskan mengenai Analisa Kemampuan Distribusi Multivarian, di SPC-1 belum dijelaskan
4. Di SPC-2, Penjelasan lebih dimengerti melalui contoh atau tanda, misalkan dalam menjelaskan Elemen control chart. Definisi Elemen Skala dengan tanda A sampai dengan Log kejadian dengan tanda E, diperjelas juga pada contoh control chartnya, tanda tersebut juga diinformasikan (Hal 48 s.d 52).

5. Di SPC-2 diberikan contoh Log kejadian, yang sekaligus menjelaskan metoda inspeksi yang harus memperhatikan special factor dalam mendeteksi ketidaksatabilan (lihat halaman 49 dan 52)
6. Di SPC-2, dinyatakan untuk penentuan capability bisa menggunakan Estimasi s-bar atau R-bar, di SPC-1 hanya menyebutkan R-bar saja (SPC-2 hal 131; SPC-1 hal 80)
7. Di SPC 2 perbedaan within variation dengan between variation lebih jelas karena dijelaskan dalam bentuk ilustrasi chart sehingga lebih mudah dimengerti (SPC-2 hal 130)
8. SPC-2 menjelaskan perbedaan within variation yang menjadi dasar dalam perhitungan Cpk dan total variation yang menjadi dasar dalam perhitungan Ppk (lihat SPC-2 hal 133). Penjelasan ini juga berfungsi untuk meluruskan kesalahpengertian karena penyederhanaan konsep. misalnya :

• Untuk jangka pendek pakai Ppk, untuk jangka panjang pakai Cpk.
• Seharusnya jika proses belum stabil, jangan menggunakan perhitungan within variation (Cpk ) tetapi harus menggunakan perhitungan total variation (Ppk)
• Penjelasan ini juga mensinkronkan manual SPC dengan PPAP. Acuan di PPAP bukan lagi Cpk > 1,67 tapi Index Capability > 1,67
Jika anda tertarik dengan artikel ini, Silahkan download disini ...



Maaf Komentar masih Kosong
 
Pengirim
Email
Nama Perusahaan
Komentar
 
Tulis Kode diatas       :
 
 
Back