Telp: (021)-83703431,8306751,8306770
Fax : (021)-83794383
Email : sspm@sentral-sistem.com
Sentral Sistem Consulting
Business Process Improvement
Improvement Article
Improvement | Quality | HSE | Training MaterialsPenetapan strategi bersaing lebih bertujuan untuk menetapkan nilai unggul perusahaan dibanding pesaing. Dengan kondisi pelanggan yang semakin pintar dan kritis, perusahaan yang tidak memiliki keunggulan akan sulit bersaing. Oleh karena itu, jika perusahaan Anda saat ini tidak memiliki keunggulan, sebelum terlambat, sebelum akhirnya perusahaan Anda menjadi semakin terpuruk di dalam era kompetisi yang semakin ketat, saatnya sekarang untuk segera melakukan identifikasi dan menetapkan nilai unggul perusahaan
Jika anda tertarik dengan artikel ini, Silahkan download disini ...
"Sadar atau tidak sadar", seringkali kita menyalahkan faktor external (lingkungan luar) ketika terjadi suatu masalah atau ketika target kita tidak tercapai, terkadang kita lupa mengkoreksi kelemahan kita sendiri.
* Target sales tidak tercapai, ALASANNYA : ekonomi sedang lesu, atau ALASAN kompetitor banting harga, atau ALASAN harga produk kemahalan, dan alasan-alasan lainnya yang berasal dari external.
Jika anda tertarik dengan artikel ini, Silahkan download disini ...
Seringkali perusahaan menetapkan jumlah temuan audit sebagai tolak ukur keberhasilan
sistem:
* Jika temuan audit sedikit, maka dianggap sistem sudah berjalan efektif. ISO 9001 pada
perusahaan dianggap berhasil jika temuan audit badan sertifikasi hanya sedikit.
* Jika temuan audit banyak, maka dianggap sistem tidak berjalan efektif. ISO 9001 pada
perusahaan dianggap kurang berhasil jika temuan audit badan sertifikasi banyak.
o Padahal jumlah temuan audit tidak bisa dijadikan tolak ukur keberhasilan
sistem. Seringkali kita menemukan kondisi sistem sudah compliance (sesuai)
namun masih belum efektif, dan atau perusahaan sudah memiliki sertifikasi
ISO 9001, tetapi performancenya masih kurang baik
Jika anda tertarik dengan artikel ini, Silahkan download disini ...
Dalam menyusun rencana kerja, kita membutuhkan kegiatan yang sebelumnya belum pernah Anda lakukan. Ada kalanya ide bisa datang untuk orang-orang kreatif. akan tetapi kreatif saja tidak cukup. Di sini kita mencoba berpikir Smart. Maka, kita bisa menggunakan beberapa sumber alternatif ide, di antaranya:
1. Mempelajari kelemahan sebelumnya. Yang perlu dicermati ketika kita menggunakan metode ini adalah keterbukaan diri untuk melakukan evaluasi ke dalam. Pada umumnya banyak dari kita secara sadar maupun tidak sadar sering menyalahkan faktor eksternal ketika target yang diberikan tidak tercapai.
Jika anda tertarik dengan artikel ini, Silahkan download disini ...
target atau activity plan?” Hampir 90% peserta training menyatakan bahwa target lebih penting. Tanpa target kita tidak tahu ke mana tujuan kita. Pendapat ini bisa juga terjadi karena kebiasaan di perusahaan, yang menempatkan target sebagai fokus utama perusahaan. Namun berkaca pada teori di atas, bahwa target bisa dicapai melalui suatu rencana kerja yang baik, maka pernyataan target lebih penting menjadi kurang tepat.
? Target tanpa activity plan (rencana kerja untuk mencapai target) adalah mimpi. Kalaupun kita tidak memiliki activity plan, namun targetnya tercapai, biasanya itu tercapai karena faktor by accident.
? Namun activity plan (program peningkatan) yang dilakukan tanpa dilandasi oleh target, tetap bisa menghasilkan suatu perubahan. Ambilah contoh sistem manajemen perusahaan Jepang yang menerapkan sistem partisipatif. Karyawan diharapkan berperan aktif dalam melakukan program perbaikan, baik melalui aktivitas grup kecil yang dikenal dengan istilah Quality Control Circle atau Gugus Kendala Mutu hingga suggestion system, usulan individu untuk melakukan perbaikan.
Jika anda tertarik dengan artikel ini, Silahkan download disini ...
Pada saat kampanye, banyak partai yang menjanjikan suatu perubahan. Mereka menjanjikan target yang akan dicapai jika berhasil menjadi pemenang, misalnya target untuk mengurangi kemiskinan, target untuk meningkatkan lapangan kerja, dan lain-lain. Sama seperti partai, perusahaan juga selalu menyusun target yang akan dicapai, baik itu target penjualan, target keuntungan, target penurunan reject, target peningkatan efisiensi, dan lain sebagainya. Hampir semua perusahaan sudah memiliki target yang jelas, dan dimonitor secara rutin oleh Manajemen. Beberapa perusahaan, terutama perusahaan kecil atau home industri masih belum memiliki target yang jelas. Mereka hanya menjalankan keseharian tanpa memiliki suatu target tertentu.
Jika anda tertarik dengan artikel ini, Silahkan download disini ...
Lakukan kreativitas! Tidakkah Anda sering mendengar ini? Kreativitas, dalam kerangka apa pun dibutuhkan. Bahkan ilmu matematika yang kelihatan kaku itu pun butuh kreativitas. Apalagi menjalankan usaha niaga yang melibatkan banyak hal. Kerangka berpikir kreatif menuntut orang untuk menyeleweng dari rutinitas. Ya, rutinitas. Dan kata inilah lawan frasa ”out of the box”.
Jangan katakan Anda menyatakan diri sebagai orang yang berpikir ”out of the box” ketika acuan yang Anda pakai adalah contekan yang persis sama dengan orang lain. Singkirkan pula label ”out of the box” apabila sistem Anda yang telah berjalan baik selama tahunan masih tetap sama persis dengan ketika Anda mengawali bisnis ini.
Jika anda tertarik dengan artikel ini, Silahkan download disini ...
Salah satu pertanyaan yang sering diajukan saat pelatihan sistem manajemen mutu adalah Apa perbedaan Corrective Action, Preventive Action dan Continuous Improvement?
Beberapa penafsiran yang tidak tepat seringkali muncul seperti :
* Corrective Action adalah tindakan untuk memperbaiki masalah, Preventive adalah tindakan untuk mencegah masalah itu muncul kembali
* Corrective Action adalah tindakan perbaikan menyelesaikan masalah, sementara Continuous Improvement terjadi bila frekuensi masalah tersebut semakin berkurang
Jika anda tertarik dengan artikel ini, Silahkan download disini ...
Sering kali perusahaan menghadapi masalah Customer Claim yang bertubi-tubi, claim yang sama berulang, ditambah lagi munculnya claim-claim baru. Atau sebaliknya, perusahaan memiliki supplier yang terus menerus mengirim produk reject. Entah sudah berapa kali CAR (Corrective action request) diterbitkan namun masih saja claim terjadi dan tidak ada kemajuan yang cukup berarti dari perusahaan.
Pelaksanaan analisa masalah hingga tuntas.
Supaya claim yang sama tidak berulang, maka analisa penyebab perlu dilakukan hingga ke akar masalah, menyelesaikan masalah hingga tuntas. Awalnya saya mencoba menerapkan metode ini, namun kendala yang dihadapi adalah kecepatan masalah (claim) dengan kecepatan analisa tidak seimbang.
Jika anda tertarik dengan artikel ini, Silahkan download disini ...
Berdasarkan pengalaman saya dalam membantu perusahaan, banyak perusahaan yang bermasalah dalam melakukan analisa tindakan perbaikan. Baik tindakan perbaikan terhadap masalah quality, produksi, mesin maupun tindakan perbaikan atas temuan audit. Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain :
Jika anda tertarik dengan artikel ini, Silahkan download disini ...
Improvement performa adalah improvement pada target perusahaan. misalnya penurunan customer claim, reject internal, peningkatan on time delivery, peningkatan efisiensi dst. Yang menjadi kendala adalah : orang awam mempunyai pandangan bahwa ISO 9001 identik dengan buat prosedur (buat dokumen) dan tidak ada kaitannya dengan performa, padahal prosedur atau Sistem Manajemen Mutu harusnya dibuat untuk tujuan peningkatan performa. Jadi goal akhir dari ISO 9001 bukan adanya prosedur tetapi "Apakah prosedur / sistem manajemen mutu kita sudah bisa meningkatkan performa kita atau belum ?" Jika kita sudah punya ISO 9001 tetapi performa kita tidak meningkat, itu artinya ISO 9001 kita kurang efektif, berikut ada cerita sederhana mengenai "Yang mana yang lebih penting, konsisten terhadap prosedur atau kepuasan pelanggan ??"
Jika anda tertarik dengan artikel ini, Silahkan download disini ...
Improvement dalam definisi ISO 9000:2000, diartikan meningkatkan kemampuan untuk memenuhi persyaratan (recurring activity to increase ability to fullfill requirement). Masih banyak yang berpendapat bahwa meningkatkan kemampuan itu bisa dilakukan dengan tindakan perbaikan atau pencegahan. Padahal di ISO 9000:2000 dikatakan bahwa tindakan pencegahan adalah menghilangkan potensi masalah (prevent occurrence), dan corrective action adalah menghilangkan masalah yang terjadi (eliminate the cause of detected nonconformity, prevent recurrence).
Dari istilah di atas apakah mungkin tindakan perbaikan dan pencegahan bisa menghasilkan suatu improvement? Mungkin saja bisa, asalkan perbaikan yang dilakukan tidak hanya memenuhi standard persyaratan tetapi seharusnya LEBIH dan TERUS MENINGKAT.
Pemenuhan terhadap standard persyaratan adalah kembali ke semula dan itu bernilai maksimal. Mohon maaf kalau saya berpikir negatif dalam pelaksanaan perbaikan atau langkah pencegahan yang pernah dilakukan, bukankah pada umumnya bila sudah memenuhi persyaratan kita langsung menilai kerjaan kita berhasil? Dan kita membuat laporan bahwa perbaikan sudah dijalankan dan data sudah seperti kondisi semula dan KITA STOP SAMPAI DI SITU lalu kita katakan itu adalah improvement. Kondisi itu saya bayangkan seperti bola PDCA (Plan-Do-Check-Action) yang bergerak di tempat.
Jika anda tertarik dengan artikel ini, Silahkan download disini ...
Seringkali kita menyalahkan external (lingkungan luar) ketika kita mendapat masalah atau ketika target kita tidak tercapai, terkadang kita lupa mengkoreksi kelemahan kita sendiri.
* Target sales tidak tercapai, karena ekonomi Indonesia sedang lesu, karena kompetitor banting harga, karena harga yang kita tawarkan terlalu mahal, dan alasan-alasan lainnya yang berasal dari external.
* ISO 9001 tidak bisa berjalan dengan baik karena departemen lain kurang suport, management kurang commit, dll
* Reject tinggi, karena sumber daya manusia diperusahaan rendah, kepedulian terhadap quality rendah, manajemen kurang support, mesin sudah tua, dll
* Customer complain terjadi karena customernya cerewet, QC mengeceknya tidak benar, dll
* Target tidak tercapai, karena target terlalu tinggi, manajemen kurang support, departemen lain kurang support, infrastrukturnya kurang support, tidak ada insentif, pekerjaaannya terlalu banyak, dll
* Anak kita susah diatur, karena anaknya bandel, ibunya kurang mengajarkan anaknya dengan baik, dll
* Pada prinsipnya semua problem seolah-olah berasal dari external bukan dari Internal.
Jika anda tertarik dengan artikel ini, Silahkan download disini ...
Barang kali kita masih sering menemui form permintaan tindakan perbaikan dan pencegahan yang pada kolom tindakan perbaikan isinya masih seputar repair, sortir atau rework. Sementara pada kolom tindakan pencegahan berisi perbaikan pada sistem inspeksinya agar masalah yang sama tidak terkirim lagi. Kalau kita menemukan form seperti tersebut diatas apakah yang sudah dilakukan tersebut diatas sudah tepat dan efektif.Belajar dari studi kasus diatas kira kira apakah sudah tepat dalam kita melakukan tindakan perbaikan dan pencegahan.
Jika anda tertarik dengan artikel ini, Silahkan download disini ...
Karena prosedur menyatakan bahwa pengecekan harus dilakukan oleh Ka Shift Produksi 3x/ shift, maka ketika Ka Shift tidak melakukan pengecekan, maka terjadi pelanggaran terhadap prosedur. Secara ISO 9001 pun terjadi pelanggaran, karena prosedur tidak diikuti.
Akan tetapi jika kita melihat persyaratan ISO 9001, 7.5.1. maupun 8.2.4. pengecekan produk, memang ISO 9001 tidak mengatur siapa yang harus melakukan pengecekan. Untuk perusahaan kecil, boleh saja produksi merangkap QC. Untuk perusahaan besar, bisa saja ada pengecekan visual oleh produksi, dan dimensi oleh QC. Jadi penerapannya tergantung kondisi masing-masing perusahaan ...
Jika anda tertarik dengan artikel ini, Silahkan download disini ...
Ketika kita menghadapi suatu masalah, maka ada 2 jenis reaksi yang biasanya kita temukan :
Reaksi 1 :Melakukan tindakan defensif, mencoba mencari siapa yang menyebabkan masalah tersebut terjadi. Pada umumnya orang akan melihat masalah itu berasal dari external, bukan berasal dari dirinya sendiri (internal), misalnya :
• Reject tinggi karena mesinnya sudah pada tua
• Customer claim naik, karena customer meningkatkan kualitas pengecekan
• Customer claim terjadi karena customernya cerewet dan terlalu over
• Program tidak berjalan karena manajemen kurang support
• Program tidak berjalan karena departemen lain tidak support
• Target sales tidak tercapai karena kompetitor melakukan banting harga, sehingga harga kita menjadi tidak kompetitif.
• Temuan audit badan sertifikasi banyak karena clientnya tidak mengikuti instruksi konsultan, atau auditor badan sertifikasi terlalu over (kasus di Sentral Sistem)
• dan alasan lainnya yang bukan berasal dari Internal.
Jika anda tertarik dengan artikel ini, Silahkan download disini ...
Survey yang dilakukan oleh Engineering Quality Forum di UK menyatakan bahwa lebih dari 68% perusahaan yang telah ISO 9001 kurang merasakan manfaat dari penerapan ISO 9001.
Survey lain yang dilakukan oleh SGS pada tahun 2001 terhadap 220 perusahaan, menyatakan bahwa perbaikan pada dokumen merupakan manfaat no 1, sedangkan peningkatan kualitas menempati urutan ke 5 (??) dan peningkatan kepuasan pelanggan menempati urutan ke 6 (??). Padahal ISO 9001 merupakan sistem manajemen mutu (bukan sistem manajemen arsip !!), dimana tujuan akhir dari ISO 9001 adalah meningkatkan kualitas produk/ jasa dan kepuasan pelanggan.
Kondisi tersebut diatas terjadi karena perusahaan terlalu fokus pada pembuatan dokumen (prosedur, instruksi kerja, form, dll) seolah-olah program ISO 9001 adalah program membuat prosedur, instruksi kerja, form, dll. Pelaksanaan Internal Audit juga difokuskan pada pengecekan kesesuaian (compliance) terhadap prosedur, kelengkapan form.
Untuk bisa merasakan manfaat dari penerapan ISO 9001, maka perusahaan harus merubah cara pengelolaan ISO 9001 dari fokus pada pembuatan dokumen menjadi fokus pada pencapaian performa, artinya sistem manajemen mutu (ISO 9001) dinyatakan efektif jika performa perusahaan meningkat dari waktu ke waktu.......
Jika anda tertarik dengan artikel ini, Silahkan download disini ...
Dalam memahami persyaratan ISO 9001:2000 maupun ISO 14001, yang harus dilakukan adalah MEMAHAMI MAKSUD DARI PERSYARATAN, bukan sekedar MENGETAHUI APA YANG DIPERSYARATKAN oleh ISO 9001 atau ISO 14001. Pernyataan tersebut kelihatannya sama, tetapi mempunyai arti yang sangat berbeda. sebagai contoh :
• Pasal ISO 9001:2000, mengenai manajemen review.
Perusahaan yang sudah ISO 9001 pasti MENGETAHUI akan adanya persyaratan mengenai manajemen review.
Dan pasti sudah menerapkan persyaratan tersebut, jika tidak, perusahaan tersebut pasti akan mendapatkan
masalah pada saat diaudit. Tetapi, kalau mau jujur, bagaimana implementasi manajemen review diperusahaan?
Rata-rata perusahaan melakukan manajemen review untuk ISO 9001 setiap 6 bulan atau 1 tahun sekali. Apa yang
mendasari pelaksanaan manajemen review setiap 6 bulan atau 1 tahun sekali ? Mengikuti frekuensi schedule
internal audit ? Mengikuti Frekuensi kedatangan badan sertifikasi ? Jika badan sertifikasi datang 6 bulan sekali,
maka internal audit dilakukan 6 bulan sekali yang kemudian dilanjuti dengan manajemen review. Jika badan
sertifikasi datang setiap 1 tahun sekali, maka jadwal internal audit dan manajemen review juga dilakukan 1 tahun
sekali.
Sekarang kita coba teliti lebih dalam MAKSUD DARI PERSYARATAN manajemen review. MAKSUD dari persyaratan Manajemen review adalah "Melakukan kontrol pencapaian performa perusahaan, sehingga ketika performa perusahaan tidak tercapai, manajemen akan bisa segera melakukan koreksi, memimpin rencana perbaikan.......
Jika anda tertarik dengan artikel ini, Silahkan download disini ...
Merespond polemik mengenai "Larangan Memasukkan Iklan Lowongan dalam milist", maka bersama ini kami menegaskan bahwa kesalahan terletak pada sistemnya, bukan orangnya! Dikarenakan sistem dibuat oleh kami (Sentral Sistem / SSPM), maka kami yang harus melakukan tindakan perbaikan . Pak Hisar Simanjuntak dari PT Pako Group tidak salah. Pak Hisar hanya menjalankan tugasnya untuk mencari karyawan yang terbaik untuk perusahaannya. Dan Kami berterimakasih kepada Pak Hisar yang telah mempercayai anggota milist improvement, iso-automotive dan hse-community sebagai salah satu sumber untuk mencari karyawan yang terbaik. Hal tersebut menandakan bahwa anggota milist ini merupakan orang-orang pilihan yang dicari oleh perusahaan.
Meninjau polemik kita dari kacamata sistem manajemen, khususnya dalam teori tindakan perbaikan, baik dalam ISO 9001, ISO 14001 maupun OHSAS 18001, saya selalu menyatakan "Sama sekali tidak boleh menyalahkan orang, apapun alasannya!". Jadi, tidak boleh dalam suatu analisa disebutkan penyebabnya adalah orang, misalnya operator lupa, operator tidak mengerti, dll. Kenapa operator lupa? Kenapa operator tidak mengerti? Orang bisa melakukan kesalahan karena memang sistemnya belum sempurna, sehingga kesalahan masih mungkin terjadi. Oleh karena itu, orang Jepang menciptakan sistem Pokayoke (mistake proofing) untuk mengatasi masalah tersebut.......
Jika anda tertarik dengan artikel ini, Silahkan download disini ...
Pengalaman kami melihat, mengaudit dan berdiskusi dengan perusahaan yang sudah ISO 9001, banyak yang mengeluh ISO 9001 menambah pekerjaan diperusahaan, atau pada saat mau diaudit ISO 9001 pekerjaan jadi tambah banyak, karena harus ada persiapan, dll. Intinya ISO 9001 untuk beberapa karyawan dirasakan sebagai tambahan beban.
Menurut kami, jika hal tersebut terjadi, berarti ada yang salah dengan ISO 9001 di perusahaan. Menurut kami penerapan ISO 9001 yang efektif, justru terjadi bila karyawan tidak merasakan telah mengerjakan ISO 9001 di perusahaan. Seperti di tempat kami (Sentral Sistem) yang sudah ISO 9001 sejak 3 tahun yang lalu, ketika saya bertanya kepada karyawan, APAKAH ANDA MERASAKAN BAHWA ANDA TELAH MENERAPKAN ISO 9001? MEREKA MENYATAKAN BAHWA MEREKA TIDAK MERASAKAN TELAH MENERAPKAN ISO 9001.
KENAPA ?......
Jika anda tertarik dengan artikel ini, Silahkan download disini ...
Dalam beberapa kesempatan training maupun seminar, saya sering bertanya, bagaimana cara mengukur keberhasilan / kesehatan perusahaan ? Ternyata jawaban peserta, hampir sama !! Ukuran keberhasilan suatu perusahaan dilihat dari berapa laba yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut !!
Sebenarnya laba atau keuntungan perusahaan, tidak bisa dijadikan ukuran keberhasilan / kesehatan suatu perusahaan. Kenapa ?
Karena laba menceritakan proyeksi / gambaran masa lampau perusahaan, misalnya laporan keuangan PT A mengambarkan laba perusahaan tahun 2006 adalah 1,5 milyar. Itu artinya performa perusahaan masa lampau (tahun 2006) adalah laba sebesar 1,5 milyar.
Tetapi apakah ada jaminan bahwa laba perusahaan pada tahun 2007 dan tahun-tahun berikutnya akan lebih besar atau minimal mencapai 1,5 milyar ? Banyak kita saksikan perusahaan yang berhasil meraih laba besar pada tahun tertentu, kemudian labanya terus menurun pada tahun-tahun berikutnya. Atau sebaliknya perusahaan yang merugi (menggunakan ukuran financial artinya perusahaan tersebut tidak berhasil), ternyata beberapa tahun kemudian menghasilkan laba yang lebih besar dibandingkan dengan kompetitor yang ada.......
Jika anda tertarik dengan artikel ini, Silahkan download disini ...
Metode pengukuran performa selain Balanced Scorecard banyak. Tidak semua perusahaan menerapkan Balanced Scorecard, dan tidak semua perusahaan yang menerapkan Balanced Scorecard lebih unggul dari perusahaan yang tidak menerapkan Balanced Scorecard.
Keunggulan dari Balanced Scorecard adalah:
1. Melihat performa dari berbagai segi (4 aspek: keuangan, external performance, internal performance dan
pembelajaran)
2. Mempunyai hubungan sebab akibat antar performa, sehingga suatu strategi bisa divalidasi kebenarannya (karena
ada hubungan sebab akibat). Misalnya....... .
Jika anda tertarik dengan artikel ini, Silahkan download disini ...
Efisiensi adalah suatu hal yang penting di dalam dunia manajemen. Sebagai seorang anggota tim yang baik, kita memiliki tanggung jawab bukan hanya dalam membawa tim kita mencapai tujuan bersama, tetapi juga tanggung jawab dalam mencari cara terbaik untuk memecahkan setiap masalah yang terjadi.
Tetapi seringkali kita terkecoh saat menghadapi suatu masalah dan walaupun masalah tersebut terpecahkan, tetapi pemecahan yang ada bukanlah suatu pemecahan yang efisien dan justru malah terlalu rumit.
Jika anda tertarik dengan artikel ini, Silahkan download disini ...
* MANA YANG LEBIH PENTING, TARGET ATAU ACTIVITY PLAN ?*
Beberapa jawaban terlontar sebagai berikut: Beberapa peserta menyatakan bahwa target lebih penting, karena memberikan arahan tujuan kita mau kemana.
Namun ada juga yang menyatakan Activity plan lebih penting, karena target tanpa activity plan adalah percuma
Menurut pendapat saya, activity plan jauh lebih penting daripada target !!! dengan alasan sebagai berikut
• Target tanpa activity plan, adalah mimpi
• Activity plan (program improvement) jika dilakukan terus menerus, walaupun perusahaan tidak memiliki target tetap saja akan memberikan hasil positif kepada perusahaan. Lihat contoh kasus pada perusahaan Jepang dengan program Kaizennya.
• Penelitian majalah Fortune tahun 1999, menemukan bahwa 70% kegagalan CEO bukan akibat lemahnya strategi, namun karena ketidakmampuan untuk melaksanakannya.
Jika anda tertarik dengan artikel ini, Silahkan download disini ...
Aktifity plan adalah rencana kerja untuk mencapai target yang telah ditetapkan.
Sebelum menyusun suatu aktifity plan, ada beberapa hal penting dan mendasar yang perlu dipahami.
1. Target adalah suatu sasaran yang ingin dicapai, dimana sasaran tersebut belum pernah dicapai sebelumnya. Misalnya pencapaian sales tahun 2006 adalah 3 milyar, maka target sales pada tahun 2007 diharapkan meningkat 20 % menjadi 3,6 milyar,
2. Mempelajari konsep perubahan : Jika kita mengerjakan pekerjaan sehari-hari, maka kita akan mendapatkan hasil yang sehari-hari
Atau kita mendapatkan hasil yang lebih buruk dari pencapaian sebelumnya, diakibatkan adanya perubahan pada faktor internal atau eksternal seperti :
o Trend yang sudah berubah, kompetitor yang semakin banyak
o Customer yang semakin kritis
o Mesin yang semakin aus
o Pergantian orang, adanya orang baru,
o Dlsb
Kalaupun kita mengerjakan pekerjaan rutin, tetapi target tercapai; Pencapaian target tersebut lebih disebabkan oleh
* by accident -bukan- * by design, misalnya :
* Kenaikan penjualan sejalan dengan kenaikian pertumbuhan ekonomi
* Permintaan meningkat karena daya beli masyarakat membaik, atau karena trend terhadap produk yang dijual membaik
* Penjualan customer meningkat, misalnya untuk perusahaan pemasok mobil Daihatsu, penjualan mobil Daihatsu meningkat.
* Dlsb
Jika anda tertarik dengan artikel ini, Silahkan download disini ...
Mengingatkan kembali definisi aktifity plan bahwa :
1. Aktifity plan bukan penjabaran target misalnya : target sales 3,6 milyar, maka activity plannya adalah target divisi A adalah 2 milyar, target divisi B adalah 1,6 milyar
2. Aktifity plan bukan berisi pekerjaan rutin, pekerjaan yang sehari-hari sudah dilakukan, misalnya memonitor pencapaian sales tiap bulan, mengunjungi customer setiap 6 bulan sekali (sebelumnya sudah rutin dilakukan), melakukan meeting koordinasi, melakukan audit ISO 9001 setiap 6 bulan, membahas setiap claim yang masuk, dan tugas lainnya yang bersifat rutinitas.
3. AKTIFITY PLAN ADALAH
· AKTIFITAS KERJA BARU YANG SEBELUMNYA BELUM PERNAH DILAKUKAN DAN ATAU
· SUATU PROGRAM IMPROVEMENT YANG SEBELUMNYA BELUM DILAKUKAN UNTUK MENGATASI KELEMAHAN SISTEM SEBELUMNYA
Jika anda tertarik dengan artikel ini, Silahkan download disini ...
IMPROVEMENT
Related to it's title, this is the best solution for company who wants to boost their performance.
Get ready to take a big leap with us, together we will cut your customer claim, reduce internal reject, and find way how you can save your expenses through efficiency.
CONSULTATION
Provide a Performance Based Management Consultation.
We emphasize the consultation on increasing the Value of our clients by delivering the best practice in each type of business.
AUDIT
Our consultation audit services emphasize on increasing the effectiveness of recent system.
The focus is not only on verification the compliance to management system requirements (ISO 9001, 14001, OHSAS 18001, etc), but also to find opportunities to increase the company performance).
TRAINING
With years of experience, our valued clients respect us as training provider
with applicative method and easy to understand. For us, client's satisfaction is
placed as a top priority and we ensure you, after attending our training
session, you will understand and know how to implement it in your company .